Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2006

Kisah Dua Belas Murid

Kisah Dua Belas Murid Hari Rabu, 21 Juni 2006, di Dago Pojok no 36, berkumpul dua belas orang pendaftar pelatihan kompos. Super Kompos-14, demikian judul metoda hasil trial and error belasan tahun Ir. Nugroho Simson. Mendalami kompos merupakan pilihan beliau untuk mempercantik Bumi. Mereka yang hadir juga memiliki semangat serupa. Kebanyakan tidak punya pengalaman sama sekali tapi antusias untuk mencoba, seperti saya. Peruntungan saya cukup baik dalam perihal kompos ini. Pak Sonson, dari PT Sinar Kencana yang menjual satu-satunya composting bin di Bandung, berbaik hati menghadiahkan saya satu set untuk dipakai di rumah, bahkan menawarkan diri menjadi pembina apabila aktivitas ini bisa diluaskan sampai tingkat RW. Percaya atau tidak, dalam dari tiga hari perspektif saya berubah. Mata saya mendadak jelalatan melihat onggokan daun, sisa tebangan semak, atau limbah taman tetangga, dan setiap sore saya jalan kaki seputar rumah mencari kirinyuh —sejenis semak liar yang dijagokan Pak Nugroh...

Satu Orang Satu Pohon

Satu Orang Satu Pohon (Published - Pikiran Rakyat, 23 Juli 2006) Ada yang tidak beres dalam perjalanan saya menuju Jakarta. Di sepanjang jalan menuju gerbang tol Pasteur, saya melihat pokok-pokok palem dalam kondisi terpotong-potong, tersusun rapi di sana-sini, apakah ini jualan khas Bandung yang paling baru? Sayup, mulai terdengar bunyi mesin gergaji. Barulah saya tersadar. Sedang dilakukan penebangan pohon rupanya. Dari diameter batangnya, saya tahu pohon-pohon itu bukan anak kemarin sore. Mungkin umurnya lebih tua atau seumur saya. Pohon palem memang pernah jadi hallmark Jalan Pasteur, tapi tidak lagi. Setidaknya sejak hari itu. Hallmark Pasteur hari ini adalah jalan layang, Giant, BTC, Grand Aquila, dan kemacetan luar biasa. Bukan yang pertama kali penebangan besar-besaran atas pohon-pohon besar dilakukan di kota kita. Seribu bibit jengkol pernah dipancangkan sebagai tanda protes saat pohon-pohon raksasa di Jalan Prabudimuntur habis ditebangi. Jalan Suci yang dulu teduh juga sekar...

Kiamat Memang Sudah Dekat

Kiamat Memang Sudah Dekat (Published - WWF Indonesia Website www.akusayang.com) Kiamat bagi sebagian orang adalah peristiwa magis cenderung komikal, melibatkan naga berkepala tujuh atau jembatan dari rambut dibelah tujuh. Peristiwa ini merupakan intervensi pihak eksternal, yakni Tuhan, yang akan datang menghakimi manusia di hari yang tak terduga. Lalu, jika tiba peristiwa alam yang meluluhlantakkan sebagian besar Bumi sebelah utara, melenyapkan sebagian besar Eropa, menihilkan kehidupan di Rusia, menyusutkan populasi AS hingga separuh, merusak berat Australia, Jepang, dan menenggelamkan pesisir pantai dunia hingga 6 meter, menciutkan populasi Bumi sekurangnya dua puluh persen, lalu membiarkan sisanya dicengkeram iklim ekstrem dan kekacauan global, akankah ini cukup untuk sebuah definisi hari kiamat? Saya terusik ketika membaca buku Graham Hancock “Fingerprints of the Gods” . Dengan bukti-bukti yang ia kompilasi dari peradaban kuno Aztec, Maya, Hopi, dan Mesir, Hancock menemukan jejak p...

Berburu Kompos

Berburu Kompos (Published - Pikiran Rakyat, 11 Juni 2006) Satu pagi saya pergi ke Tani Sugih, toko alat pertanian di Jalan Pasteur. Gara-garanya, saya membaca pamflet mesin pengolah sampah yang mencantumkan toko itu sebagai retailer . Saya pikir, inilah kesempatan untuk menjadi warga Bandung yang baik, yang berusaha proaktif menangani masalah sampah yang semakin tidak masuk akal ini. Penjaga toko itu menggelengkan kepala ketika saya menanyakan keberadaan mesin pengolah sampah. Tidak ada, katanya. Tidak pernah jual. Lalu saya menanyakan wadah untuk pengomposan. Tidak ada juga, katanya. Lalu saya menanyakan toko sejenis lainnya di Bandung Raya ini. Tidak ada yang lain, katanya lagi. Dia lalu menunjukkan iklan produsen alat-alat tani di majalah Trubus, semua beralamatkan di Bogor. Spontan saya berujar, “Yang punya masalah sampah kan Bandung, kok yang jualan malah Bogor?”. Respons yang saya dapat berikutnya adalah senyum asam. Pulanglah saya gemas dan penasaran. Target saya hari itu adalah...