Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2009

Seratus Bagiku

Gambar
Seratus Bagiku Untuk pertama kalinya saya akan bercerita tentang sejarah “Seratus” dalam hidup saya. Bukan karena cerita itu teramat penting dan besar, tapi justru karena keremehannya yang luar biasa. Dan remehnya itulah yang menarik bagi saya. Dalam sebuah pembicaraan iseng dengan Reza, dia berceletuk tentang satu jajanan legendaris tahun ’80-an bernama “Es Jolly”. Otak saya langsung berputar dan menggali kenangan tentang Es Jolly. Siapa yang (dulu) tidak kenal Es Jolly? Seperti Oreo di masa sekarang yang terkenal dengan kredo “diputar, dijilat, dan dicelup”-nya, maka Es Jolly pada masa itu terkenal dengan gerakan mematahkan batang es menjadi dua, lalu menyeruput dengan hebohnya sampai pipi kempot. Es Jolly begitu kencang didagangkan dan diiklankan. Saya, yang pada saat itu masih SD, juga jadi korban iklan. Saya hafal mati ritual mematahkan dan menyeruput batang esnya, saya tahu bahwa rasa yang paling difavoritkan khalayak adalah Orange dan Grape, tapi saya pun tersadar akan sesuatu y...