Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2008

Pesan Dalam Jawaban

Pesan Dalam Jawaban Sesungguhnya apa yang saya tulis di sini hanyalah jawaban dari beberapa pertanyaan yang mampir ke posting “Diam di Bumi”. Namun, bagi saya, pertanyaan tersebut cukup penting untuk diulas dalam sebuah posting terpisah. So, here it is… Sebuah pertanyaan dari Roi: adakah gunanya menunda? Jika dianalogikan ke dokter gigi, pilih dokter gigi yang bekeja cepat? Atau lambat? Ia bertanya. Karena barangkali sakitnya sama. Bagi saya, pemikiran tersebut merupakan sebuah ‘jebakan klasik’, persis dengan contoh logika perokok yang saya tulis dalam posting. In a way, saya selalu merasa beresonansi kuat dengan pepatah setengah serius setengah bercanda yang berkata: "Man plans, God laughs". Manusia boleh berencana, Tuhan tertawa. But the same divine power had supplied us with survival instinct and also awareness to evolve. So what do we do? Mengikuti penyelidikan dan pengamatan Graham Hancock dalam bukunya, saya pun tak luput ikut berpikir: hadirnya monumen misterius seper...

Diam di Bumi

Diam Di Bumi Dalam perjalanan saya ke Jogjakarta minggu lalu dalam rangka menjadi pembicara dalam tiga talkshow bertemakan global warming , saya menemukan sesuatu yang menarik di pesawat. Dalam majalah inflight Garuda bulan April 2008, perhatian saya tertumbuk pada satu artikel yang ditulis oleh teman saya, seorang penulis kuliner bernama Janet deNeefe. Dalam rubrik tetap yang mengisahkan kesehariannya di Bali itu, kali ini Janet menceritakan tentang Hari Raya Nyepi. Entah bagaimana, beberapa poin dalam artikel itu membuat saya teringat sebuah buku berjudul “The Coming Global Superstorm” karya Art Bell dan Whitley Strieber (yang kemudian diangkat menjadi film dengan judul “The Day After Tomorrow”). Saya akan bercerita dulu tentang konteks dari rangkaian “train of thought” ini. Hampir semua fakta sains mengungkap bahwa zaman es telah dialami Bumi kita berulang kali. Bagaikan sebuah siklus, Bumi kita memasuki periode dingin dan periode panas secara bergantian. Salah satu buku menarik la...